Revolusi Tai Kucing

Mencari Kemungkinan, Dalam Ruang Ketidakmungkinan
Ritme Dialektika Sebuah Kenihilan..
Selamat Tinggal Pengatas namaan Segala Bentuk Pelabelan....
Selamat Datang Absurditas, Dan Lahir Menjadi Realitas..

Saturday, March 15, 2008

Perselingkuhan Syariat ambiguitas kemanusiaan..



Katamu, sampai kapan aku akan bertahan menghindari kenyataan…???

Sampai kesimpulan kejengahan mungkin yang kau lontarkan ketika mengatakan dulu tidak kenal, dan anggap saja sekarang juga tidak pernah kenal….

Paradoks, ketika kau selau berucap tentang kepentingan ala silaturahmimu itu dibalik syariat tai kucing yang dulu aku anggap sebagai sebuah solusi...

Ternyata tidak jauh dari sebuah sistem selingkuh orientasi kekuasaan…

Tidakkah juga kau mempertanyakan tentang sesuatu yang kau peluk itu, dibawah ancaman kekafiran jika kau sedikit berpaling untuk menjadi legitimasi pengamanan....

Atau juga janji tidak mendapat surga di atas sana nanti… ???

Aku hanya bertanya kenapa kau bantai, dari mereka yang mengadu argumentasi ancaman rajaman dan setimpal hukuman mati...???

Lantas dengannya kau berambigu untuk tidak mau terlalu terlena dengan pesonanya….

Bohong….!!!!

Kau selalu menapaki sebuah harga-harga konsumerisme atas nama ibadah dan wujudiah tata cara sunah….

Tidakkah lagi kau juga bertanya tentang sudah berapa lama institusimu itu dalam pelukan, katakan dengan lirih hatimu, selain cekokan kesabaran dalam realita himpitan atas sistem nilai lebih yang menikam , dan jalan keluar do'a keimanan...

Aku nyatakan keimananku adalah untuk tidak mengimani sesuatu yang menghisap dan berlindung di balik keberkekalan keagamaan.....

Sudah berapa lama…????

Puluhan tahun…???

Ratusan tahun…???

Ataukah ribuan tahun..???

Ataukah lebih..???

Jawab...!!!!!

Dan apa yang ia berikan..???

Tidakkah kau juga melihat sebuah perselingkuhan di dalamnya atas nama ibadah yang bersembunyi di balik janji sabar sebuah proses poligami….

Seharusnya kau sendiri yang berbicara dan sedikit berkoar..

Jika kau sedikit punya nyali….

Bela kaummu itu…

Yang selalu dicekoki atas nama kesabaran …..

Maaf jika aku sedikit ikut campur dalam ranah institusi syariat sucimu…

Tanpa embel-embel mahluk mulia, atau syariat system kesetaraan...

Dan paling kau akan berujar dengan wajah merah kemarahan, baiat kekafiran...

Aku akan menimpali, siapa yang berhak menyandangkan status suci atau kemurtadan..???

Katakan....aku lebih percaya tentang kemanusiaan daripada firman bacot ketuhanan...

Salam…

Labels:

Monday, February 25, 2008

Dini hari, antara Barisan Nisan, Puritan & Nekrodamus…


Atas nama kegelisahan yang harus termaklumi dengan cekokan takdir yang nadir mengalir…

lebih banyak dari koleksi firman tuhan atas nama kaidah yang membanyol dari perantara idealisme langitan…

surga puritan ataupun semacam neraka rakitan…

Setidaknya itu yang kudengar dalam nalar yang nanar mendengarkan dirimu berkoar dalam rekaman orasi balutan variasi prosa dan ritme hentakan alunan jalanan…

Terus hentakan itu berlanjutkan sebuah konstitusi imajiner fragmentasi nilai lebih legitimasi anak negeri yang berjibaku untuk naik haji...

Perantara-perantara libido Victoria akhlak pajangan, moral ketengan…

Dan irama lain menyahut, fasis yang baik adalah fasis yang mati…

Bisikan dari barisan nisan untuk selalu memperbesar kemungkinan dalam ruang ketidak mungkinan, ketika dari setiap mereka yang ditemui tidak lagi menemukan sudut kemungkinan…

untuk berkata tidak mungkin tanpa darah mereka mengering…

Pengulangan menemukan maknanya sendiri…

Ketika pagi mengebiri matahari…

Dan hidup tidak lebih dari sebuah topeng mutilasi

Atau seonggok tinja para sosok pembaharu dunia bernama pasar bebas…

Untuk bagaimana menyamankan posisi…

Untuk kemudian memperlakukan hidup seperti AKABRI…

Dan dikebiri matahari…

(Masih setia menikmati dini hari, Antara kegelisahan, Hentakan Homicide Dan Trigger Mortis..)

Labels:

Wednesday, January 23, 2008

Aku Ingin Bermesraan Denganmu


Aku hanya bisa bermesraan denganmu lewat media-media semu...
Hanya untuk sekedar mencium, mencumbu, bahkan untuk memelukmu sekalipun..
Maaf mungkin hanya sampai di situ batas keromantisanku..
Bukan karena aku tidak sayang padamu...
Aakkhh...sayang..Sebuah kata yang kadang sulit aku ucapkan ..
Tetapi kadang juga begitu gampang aku ungkapkan..
Begitu gampang ketika aku sudah pada puncak titik klimaks nafsu liarku Untuk mengumbar naluri kebinatanganku..
Begitu sulit kata itu aku ucapkan ..
Justru ketika aku ingin berkompromi dengan nurani..
Benar memang sulit untuk menggeneralkan tiga lini dasar asas sebuah manusia Dan kemanusiaan...
Sementara di sisi lain, komponen dominasi Dari bentuk Ikon sang nafsu terus berkecamuk..
Untuk sekedar berpenetrasi dalam rangka kepuasan yang memuaskan..Dan tentunya lebih dari itu..
Aku Ingin orgasme bersama sang waktu dalam iringan keharmonisan sejarah..
Walaupun Pahit...

Dan, Selamat tidur sayangku.....

Salam..

Labels:

Friday, November 23, 2007

Salam Sungkem Keluarga Badjingan



Aroma khas minuman kejantanan menyeruak memenuhi ruang kemunafikan...
Beriringan dalam obrolan khas dengan nada tawa keras menertawakan diri naas yang tersumbat dengan keadaan hidup susah yang tak bisa lepas..
Selalu saja mereka merasa akulah yang paling berani dari seorang pahlawan sekalipun..
Sempat teringat rasa muak berangkat dari kejemuan melihat seorang bapak..
Yang hanya bisa demikian, tanpa rasa malu menyebut ke-Akuanku...
Dan merasa jantan menindih Ibuku, walaupun dia menangis dalam kesakitan sampai pada muara luka batin berbalut pasungan stigmatisasi....
Atas nama penyembuhan sebuah kesehatan kejiwaan..
Hei ....bagaimana kabarmu bapak..???
Apakah kau merasa berbahagia ...
Dengan iringan tangis Ibu , dengan Vonismu beralaskan masa lalu, yang katanya Wanita sundal..!!!
Dan masih mencekiknya dengan erangan dari mulutmu masih bersama aroma minuman surga , "Aku ini sayang kamu..!!!"
Hei ....bagaimana kabarmu Ibu ...???!!!
Apakah kau masih menikmati penetrasi bapak yang sudah mulai loyo akibat ejakulasi paranoid buah hasil yang katanya adalah harga diri...
Kembali aku berikan padamu dua pilihan Ibu..
Pertama...
Jika kau memang sabar, sabarlah sesabar-sabarnya..
Kedua..
Jika kau marah, muak, tumpahkanlah pada satu titik bahwa kau bisa menjadi laki-laki dan tuntut dia sampai pada klimaks tak bernyali...!!!
Dan Kejujuranmulah kunci jawaban atas sebuah pilihan yang aku berikan...
Atau kau punya pilihan sendiri Ibu..???
Pastinya sebuah pilihan Bapak yang dulu ditawarkan , mungkin akan kau tolak...
Untuk bersama memilih bunuh diri ....
Apa yang aku rasakan adalah titik muara dari kejengahan atas nama mempertahankan rumah tangga...
Ibu...dimana komitmenmu dulu kalau hanya tidak melihat anak-anakmu kau akan pergi dengan luka hati yang kau bawa lari..
Bapak...apakah kau masih ingin melihat dia gila untuk yang kedua kalinya..
Selamat untuk kalian berdua yang membantah teori keberkekalan keutuhan rumah tangga adalah yang rukun damai, makmur, sejahtera...
Ternyata kalian bisa membantah itu...
Dengan bingkai neraka keluarga setan sejahtera..
Salam Sungkemku...
Anakmu ...

(Malam Lebaran 2007, KontraS Jakarta)

Labels:

Tuesday, October 23, 2007

MAK, BAPAK,CAK….


Atas nama bacot ideology komersialisasi….

Telinga pengap, mata kusam, jengah realita kenyataan….

Atas nama sumpah serapah kemakmuran…

Pengagungan mimpi alih derita surga utopi….

Satu tema tentang pengorbanan, tema lain tentang perut buncit logika kesejahteraan…

Adalah kebiadaban menjual tumbal kemanusiaan…

Moralitas semu pegangan kuat doktrin surga pembayaran darah sesama…

Sambil berteriak memaki seolah ridho Illahi…

Akh…..realita memang beda dengan dunia mimpi ala janji surga, pertanyaan selanjutnya kenapa tidak termaterikan surga di dunia…

Yang ada kau kunyah terus wacana kesucian merasa wakil tuhan di atas luka kemanusiaan…

Baiat kafir kau sandangkan pada pluralitas kemanusiaan layaknya kau anggap anjing kudisan…

Ritme teriakan kumandang pengatas-namaan pengeyahan setan…

Terus sajalah kau berkumandang, dalam jengah kupingku mendengar teriakan sompral ayat-ayat kemunafikan…

Aku hanya tahu seorang Muhammad yang penuh kebijaksanaan, dalam membalas lemparan kotoran dengan senyuman bahkan memaafkan..

Atau Sisi lain mereka para penjaga stabilitas dengan melibas siapa saja, hanya karena membaca karya Albert Camus ….

Dan Siapa yang berfikiran beda harus mampus….

Kalau begitu simpan saja Konstitusi imajinatif yang hanya dibacakan dalam upacara tiang bendera tiap awal minggu dengan seragam berbaju….

Ketika hanya mempertanyakan kenapa banyak pembantaian….

Dengannya kau mendesisis sinis….

Tidak ada dalam kamusmu istilah pluralis…

Yang ada hanya nasionalis buta yang lambat laun menjelma ala nazi fasis ….

Berpraxis dalam tatanan-tatanan alam pemikiran idealis yang tidak lebih menjadi kepentingan-kepentingan opurtunis…

Dengannya menjadi legitimasimu untuk memberangus alam pemikiran strukturalis materialis dalam ranah dialektis…

Klasik, serta merta kau berdalih subversif dan cukup meneriaki anjing komunis…

Akh….tidakkah kau bertanya atau setidaknya kritis terhadap historis…

Jengah aku mendengar isme-ime kiri kanan yang digembar-gemborkan

Menjanjikan kemakmuran…

Tidak lebih bedanya dengan pamflet iklan, atau tukang jamu di pasaran…

Dan tidak lebih hanya sebagai batu loncatan tai kucig kekuasaan…

Terus dan teus begitu lagi bak rantai setan…..

Dan halal menginjak-injak kemanusiaan ….

Katamu darah kemanusiaan adalah harga mati dari dominan kekuasaan…

Bilang saja kau tidak siap dengan perubahan…

Dan sedikit gerah tak pernah goyah kemapanan diatas berjuta bangkai atas nama manusia….

Dalam suasana alam berbeda….

Dalam perubahan yang mengagetkan ala dekonstruksi derida….

Sambil membubarkan diskusi dan menangkap dari mereka yang berani bertanya kenapa….????

Kau anggap Inkonstitusional ketika kami menggugat biaya pendidikan..

Atau tak bisanya kami menikmati bangku kuliahan…

Atau sekedar mencari tahu kenapa ’65 begitu banyak yang meregang nyawa hingga katanya berjuta…

Apa salahnya bertanya…???!!!!

Dengan incaran mata-mata Intel Kodam seolah-olah kami musuh negara…

Seolah berbahaya dari konsep pemikiran yang nyata membunuh beribu manusia…

Tema revolusi Ideologi bintang bulan sabit, kebenaran absolut bumi dan langit, atau mimpi utopi ala palu dan arit, atau juga rasisme ala sampit….

Salam Tai Kucing atas ideology brengsek yang selalu mengejek, meninggalkan logika berfikir ala kakek-kakek.

Harus tunduk dalam irama keseragaman berbaris dan menurut, dakwaan indoktrinasi nasionalisasi ala ABRI…

Jangan kau mimpi bisa menyeragamkan fikiranku, dengan alasan pendisiplinan atau bau tengik sebuah pedoman dan penghayatan, yang tak pernah diamalkan…

Akh….dimana kata-kata pembukaan Konstitusi Pancasila semua warga negara adalah sama…

Selain hanya menjadi tidak lebih legitimasi kelas borjuasi dan yang berkuasa….

Ataukah mungkin menjadi realita macam secatatan coretan Pramoedya tentang pembubaran Negara….???

Aku Bangga dengan mereka yang berani membela kaum papa

Tanpa mau tahu pelukan khas ala bangsa, bahasa, atau sentimentil surga ala agama….

Rela menjadi martir atas nama takdir yang mampir menjemput Munir…

Satu tulisanmu adaptasi kearifan dan memanifestasikan dalam pengejawantahan satu teriakan “Awas Racun Lupa…!!!!!”

Rela menjadi martir atas nama takdir yang mampir menjemput Munir…

Aku hanya tahu sosokmu dari kesaksian mereka atas luka yang menganga menangis miris dari seorang ibu yang anaknya di tembak mati hanya berteriak lantang sebuah perubahan…

Dalam tangis tertahan, mengapa harus anak kami..????

Dengannya kau selalu berpose hitam buah bela sungkawa sehitam pengadilan penembakan mati anakmu….

Ibu…. aku teringat dirimu, satu pesan tentang penghormatan kepada perempuan yang aku tahu kau mengucapkan di sela tangis perlakuan bapak, dengan khas bau minuman murahan berteriak sambil mencekik botol dan menenggak….

Hantaman keras tema klasik dakwaan bengis seorang pelacur ditambah terkaman sebuah system kemiskinan terstruktural yang mungkin kau tak sadar, dan masih tekun percaya semua akan berubah dengan doa…

Semoga ibu….

Maafkan anakmu, ibu….

Aku bangga menjadi anak dari bapak seorang bajingan dan ibu yang pernah masuk rumah sakit jiwa dianggap gila, dengannya kau hanya menjawab goresan air mata kesabaran…

Aku sayang kalian……

Kini Aku besar menjadi anak zaman ….

Dalam ritme hidup sebuah kenihilan…

Selamat tinggal pengatas namaan segala bentuk pelabelan….

Segenggam darah perlawanan…..

Dan Sebait Syahadat Kemanusiaan….

Rela menjadi martir atas nama takdir yang mampir menjemput Munir…

(Malam lebaran 2007, KontraS Jakarta)

Labels:

Friday, August 10, 2007

Ayat-ayat Sompral...


Atas nama Moralitas bacot Surga Firdaus Versi Onanimu....
Kau kunyah terus saja wacana kesucian, di atas luka kemanusiaan...
Baiat Kafir yang kau sandangkan pada pluralitas kemanusiaan yang kau anggap anjing kudisan....
Brengsek...!!!!
Kau tanggalkan dulu jubah putih yang kau agungkan terus dengan sendirinya kau merasa akualah wakil tuhan...
Ha..ha..ha...
Busa cungur yang keluar dari mulutmu, dengan ritme teriakan kumandang pengatasnamaan pengenyahan setan...
Terus sajalah kau berkumandang, Dalam jengah kupingku mendengar teriakan sompral ayat-ayat kemunafikan..
Sekali lagi...
Satu..satu...Maju kalau kau berani... !!!!!
Apa bedanya kau dengan mereka yang teler bersembunyi di balik keampuhan vodka..
Lantas bedanya kalau kau sedikit imajiner mengatas namakan surga...
Kalau perlu Undang sekalian Tuhanmu dari alam antah berantahnya...
Ingin aku sampaikan padanya... hanya firman bacot yang kau sampaikan... !!!!
Melulu kau merasa maha tahu...
Di balik tameng hidayah bahwa sebenarnya kau tidak mau tahu...
Sertakan beserta malaikat-malaikatmu....
Aku ingin tahu kau tertawa atau murka...
Benarkah ayat-ayat pelenyapan kekafiran label halal darah kemanusiaan...???!!!!
Lantas Kalau begitu Siapakah Yang Bajingan..???!!!
Aaaarrgghhhhh...!!!!!

Labels:

Tuesday, July 10, 2007

Tentang Bibir


"Maukah kau menghapus bekas bibirnya di bibirku dengan bibirmu”(Hamsad Rangkuti)

Lantas apakah bibir bisa menjadi pengganti alat eksistensi…

Ketika bibir yang ada tidak mampu mengobati kejengahan atas nama sebuah system

Sampai pada posisi “mengalami zaman gila, hati gelap kacau pikiran, mau ikut gila tak tahan, jika tidak ikut tak kebagian .... .Kalatidha" (Seno Gumira Ajidarma).

Kemudian, bisikan tentang pembentukan surga kecil menjadi mentah, ketika hanya berkumpul atas nama sebuah kemanusiaan dibubarkan, dan ditangkap…

Aaaarrrrrggghhhh……..!!!!!!

Lantas, Aku tersadar dari lamunan…

“…punya korek api..???”

Serta merta aku menjawab, “Tidak, aku tidak punya korek nona”

Kemudian, dia pergi sambil tersenyum..

Sementara aku kembali meneruskan lamunanku….

Labels:

Friday, July 06, 2007

Katamu, pikiran harus dibuka, dan gelisah harus dibagi….

Aku malas menulis lagi…..

Yang kuinginkan kembali bercinta bersamamu…

Dan kembali dini hari… sisi sunyi…

Yang juga tidak menjanjikan sebuah kesunyian…


Sesekali mata menutup, pikiran menerawang, mengingat desahanmu,

luar biasa damainya. Perasaan bercampur, sedikit tersenyum…

serta merta marah datang, tapi tidak ada alasan…

selain hanya komitmen tidak ada komitmen..

dan tidak ada hak kepemilikan…

Tapi panas tak dapat didinginkan….

Mata membuka, tangan seketika menulis resah yang harus terbagikan…..

Aku kesepian….

Dalam sunyi yang aku ciptakan…

Karena ramai tidak lebih hanya sekumpulan bangkai korban-korban latah….

Kiranya, kesepian adalah lagu lamamu, Badjingan….!!!!!!

Akh kenapa jemari ini tak mau menari, kenapa otak ini tidak mau merambah imajinasi….

Kenapa, mata ini hanya kekosongan….

Apa, Nihilistik..????!!!!

Akh tidak…..

Aku tidak mau mati sebelum matinya ragaku….

Apa..???!!!!

Aku harus menjadi gila..????!!!

Aaaaaaaarrrrrrgggghhhhhh……..!!!!!!!!!!!!!!

Labels:

Friday, June 29, 2007

Hanya Ada Satu Kata ( "Ha..ha..ha..")

"Gila..gila..gila..life's so bored..my loneliness is killing me.."



Begitukah..???
Aku suka nona, ketika kamu mengatakan kesepian..


Tapi aku juga tidak tahu apakah itu proses dari awal kemuakan atas nama
keramaian kesemuan..


Pastinya disana kau akan cukup bilang dengan khas kelakar spontanmu yang kadang paradoks, dengan tema pembunahan atas dasar tersangka kesepian...


Lantas bagaimana dengan tema asmaramu..??


Tidakkah itu memberikan sebuah dunia lain..


Dunia lain tentang filosofi gombal..


Bingung..??!!


Ya...itulah hidup nona..


Kadang aku merasa iri padamu nona, yang kadang bisa menertawakan, atau
setidaknya membuat tertawa...


Aku yakin kau kadang menyimpan sebuah alasan mungkin untuk kau menangis


Hmmm...
Selamat atas kesepianmu..
Nikmati nona...


Setidaknya, itu kalau kau juga percaya tentang dialektika...

Salam untuk kisah asmaramu, yang kadang ingin membuatku tertawa..


tentunya itu adalah pilihan..


Satu kata untukmu nona, yang semoga bisa menghibur..


"Ha...ha...ha..ha.."


June 24, 2007

Labels:

Untuk Yang Mengaku Ibu....

Sekilas hanya raut muka menyenangkan bila melihat, atau sedikit kelakar spontanitas bila bicara…

Ada kala satu bait terbesit dari sekian kumpulan kejumudan hidup, tentang sekilas pernyataanmu…

atas nama kau merindukan buah hatimu..

Walaupun hanya ungkapan kegelisahan sejenak,

tepat menghujam…!!!

Dari makna 1001 kepalsuan dengan label-label harga tanpa nilai..

Adalah segenang oase yang aku artikan kekhawitaran seorang ibu…

Tahukah kau….

itu membuat selusin ingatanku memuncak mencapai klimaks bahkan berteriak sekalipun jika keadaan memungkinkan..

Maaf nona…

Mungkin kau bingung dari uraian njlimet yang aku sampaikan…

Ada apakah gerangan…

Bahasan filosofi kasih sayang seorang ibu, yang tak terdapat dalam teori manapun walaupun atas nama eksistensialisme materialis revolusioner tai kucing sekalipun….

Iri aku, mendengar ucapan-ucapan kasih sayang, buah kerinduan apalagi atas nama kesejatian kasih sayang tak terbalaskan ..

Bunda untuk anaknya….

Pun, waktu itu jika memungkinkan..

Akan aku maki mereka yang bicara tentang sebuah ketulusan tautan rasa sayang tulus seorang ibu…..

Jangan Tanya kenapa…

Karena aku rindu akan hal itu…

Uraian doa-doa walaupun kadang janggal kudengarkan.. Atau dongeng-dongeng yang bisa membuatku terlelap, dan membuatku tersenyum saat terjaga..

Karena masih ada surga kecil di tengah neraka hidup berbalutkan system penghisapan..

Mungkin ditengah beribu kepenatanku, dalam jengahku melihat realitas..

Dalam sayu mataku terlau sering melihat ketimpangan…

dalam badan kurus kering aktualisasi kelaparan yang tak harus aku sampaikan…..

Dengan suara parau, gigilan tubuh, gemerutuk gigi… dan kepalan tangan entah kemarahan atau dendam tentang sebuah kerinduan akan pelukan seorang ibu…

ditambah sunggingan manjaku untuk aku puas mengeluhkan sesuatu yang membuatku tak nyaman……

Aaaaaaaaaaarrrrrrrrggggggghhhhhhhhhhh…………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Ibu……!!!!!!!!!

(maafkan anakmu yang memilih hidup menjadi “Badjingan”)

June 24, 2007

Labels:

Sebuah Tema Tentang Kesederhanaan...

Akh nona..sepertinya kesederhanaan bukan hanya dominasi kaum tua..

Adalah setidaknya bagaimana kesederhanaan menjadi tema bersama dalam bumi kemanusiaan…

Kenapa..????

Karena bagaimana ingin membicarakan kemakmuran apalagi kemewahan .

Ketika masih ada mereka yang dihisap .

Lantas timbul penghisapan manusia atas manusia..

Tentu sebuah keindahan, ketika semua bisa melakukan sesuai dengan kemampuan..

Dan meminta hak sesuai dengan kebutuhan…

Semoga…

Kemudian tema tentang kegelisahan…????

Terima kasih saranmu…

Dan mungkin akan aku nikmati sampai mati…

June 02, 2007

Labels:

Tuhan telah mati ataukah tuhan sudah tuli..????

“Aku mencari jejak Tuhan pada luka

Aku mencari jejak Tuhan pada Tawa

Tapi Jejak tak terbaca...”

Lantas sebuah tema tentang penemuan tuhan….

Aku tak tahu letak tuhan…

Apakah pada pencarian, ataukah pada sisi keyakinan…

Dan siapa tuhan itu..??

Ataukah tuhan berada bagi mereka yang mencarinya…??

Lantas bagaimana dengan mereka yang tidak mau mencari tuhan, tetapi meyakininya..??

Apakah juga memang tuhan hanya memberikan jejaknya..???

Andaikan tuhan mau datang sebentar dan mau berdiskusi…

Pastinya dia tidak mau..

Karena dia tidak mau turun dari alam antah berantah ukhrawi atas nama ruang kesucian…

Arogan betul kau tuhan…

Pastinya aku lebih percaya kemanusiaan, dari pada-mu…

Karena ketika kau tidak setuju dengan kemanusiaan berarti kau bukan tuhan…

Apalagi mereka yang mengakuimu tapi membunuh juga dengan mengatasnamakan tuhan…

Akh tuhan, tuhan…

Semoga kau cepat sadar…

Ataukah aku yang gila, karena menggugatmu…

Dan kau hanya bilang, aku belum mendapat petunjukmu…

Kalau begitu, petunjukmu kau berikan saja bagi mereka yang selalu mengatas-namakanmu…

Sambil membunuh, sambil menghina, sambil mengkafirkan….Sambil meng-halalkan darah bagi sesamanya…

Sambil bergumam “semoga mereka cepat tersadarkan”

Tuhan, ternyata umatmu suka selingkuh….

Biadab…..!!!!

Aaarrrggghhhh…..!!!!!!

May 30, 2007

Labels:

Ketika eksistensi Agama Dipertanyakan…..

Ketika eksistensi Agama Dipertanyakan…..

Tanya Kenapa…????

Ketika hanya Sebagai sebuah ruang legitimasi pembantaian, atas nama surga….

Juga Pengenyahan kemanusiaan atas nama Neraka….

Dengan Realitas, Agama menjadi Neraka Kemanusiaan itu sendiri di Dunia….

Kalau begitu halnya….

Hanya menunggu Dialektika Alam Pelenyapan sebuah Agama….

May 24, 2007

Labels:

Instanisasi perasaan....

Cukup dari jauh, melihat senyuman khas yg tak bisa lepas, atas dasar basa-basi atau memang menjadi watak tradisi...

"pribadi simple" trade mark pemvonisan "luwchuw" bagian sisi tampilan yg bisa dikonsumsi utk sebuah pengakuan eksistensi kebermudaan..

Lantas apakah penilaian hanya milik dominasi diri yang cenderung narsistik..??

Lantas bagaimana dengan sisi penilaian sebuah objektifitas..??

Tapi bukankah satu-satunya yg objektif adalah subjektifitas itu sendiri..

Maaf aku lupa membawa dalam suasana "nggak suka ribet"

Ya aku setuju dgn itu, bahkan bukan hanya tersenyum tp tertawa lepas utk sekedar menertawakan diri sendiri..

Dan sedikit paham nilai yang katanya sebuah ibadah ttg senyuman, ketika menikmati senyumanmu dari jauh…

Tetap pertahankan senyumanmu nona..

Sungguh menyenangkan menikmati

senyumanmu di seberang

….

Kembali mungkin kau akan bertanya…

“Siapa ini…???!!!”

Tak tahu dengan nada apa kau akan meng-improvisasi…

Dan kembali mungkin aku menekankan, jangan pertanyakan…

Karena aku hanya sedikit mendengar kisahmu, dan hanya sekali melihatmu..

Hanya kisah kegetiran yang digulirkan dari mulut yang kupercaya atas nama temanmu yang mungkin kau tak mengira…

Tetap jalani saja kisahmu hari ini Nona…

DoinG SumThing NeOooo, Photo22222222, Nulis Puisi, Nulis Lyrix, Maen Net, NgeCenk, DeNgerinN MusiX, SwiMmiNg, ShoPping, Maen BilliArd, JalaN2 ma FreNz, BwanYak Lagy deCh!

Pastinya Dunia kita Berbeda Nona…

Aku iri Dengan Duniamu….

Bukan Berarti Aku tidak bangga dengan duniaku..

Karena duniaku adalah dunia kemanusiaan…

Dimana aku lebih banyak berkorban bagi mereka yang selalu tertindas….

Tertindas oleh keborjuisan system atau kehidupan yang menyakitkan….

Kalau boleh aku berpesan Nona, Untuk sedikit melihat realitas Kemanusiaan sekitar…

Tapi tetap kau jalani saja apa yang kau sukai….

Setidaknya mungkin itu yang sedikit bisa melupakan luka lamamu…

“I'm sorry for All mistake dat I did...

and Thanx for everything...

GoodBye Love...”

Senja Sore "Sekelimus" Dekat Rumahmu,

Salam………..

May 20, 2007

Labels:

Maafkan Kaumku, Nona....


Nona...

Masihkah dirasakan atas nama luka lamamu...

Objek brengsek nafsu laki-laki...

Dengan hanya meninggalkan acuh atas perasaan yang tertanam..

Semoga cepat bergulir dan mengalir bagai air keceriaan yang menjadi penyela sela-sela kesakit hatianmu...

Untukmu Nona…

Dalam persemaian kejengahanmu atas nama sebuah perayauan…

Apa yang kau sampaikan tentang cerita masa lalumu..

Yang mengatas namakan, untuk selalu bersama…

Atau mungkin sesuatu yang membuatmu sedikit melayang…

Dan dengan sebuah kebohongan yang kau anggap pengkhianatan fakta intuitif…

Denganya kau berduka...

Sebuah duka Tema Paradoksal Atas nama

asmara

..

Pastinya sebuah pesan universal dalam hal kejujuran fakta yang kau harapkan…

Atau lebih tentang kejujuran dalam sebuah perasaan..

Sepertinya apa yang aku harus tulis lagi nona…

Selain hanya ungkapan-ungkapan perasaan yang terus memaknai sebuah kisah dalam perseorangan yang tidak bisa tidak, ada dalam hal kemakmuran terus terjadi semacam dilema masalah yang menjadi menu utama dalam persekongkolan dalam hal ia sedikit berkelakar.dengan alasan yang termaktub dalam berbagai kesempatan yang sedianya menjadi bagian utama.

Apakah dirimu merasa Bingung, Nona…???

Pasti…!!!!

Tidak usah kau bingungkan…

Aku hanya ingin sedikit berempati atas kisahmu, tema menyiksa atas nama luka

asmara

…

Juga jangan kau pertanyakan dari siapa aku tahu kisahmu…

Bahkan lebih jauh siapa diriku...

Karena pastinya kita belum pernah bertemu....

Karena kadang aku cukup melihatmu..

dari sisi gelapku..

Tentu saja itu adalah perwakilan sebuah kesatuan logika, perasaan, dan nurani yang terus belajar aku mencoba untuk beriringan dan tidak berseberangan..

Mungkinkah..??

Bagaimana denganmu nona..??!!

Setidaknya itu meruntuhkan teori, tidak harus tahu kalau belum ketemu…..

Dan aku cukup tahu……

Masihkah luka itu terasa..????

Aku hanya bisa sedikit menghibur, yang kita punya hanya realita hari ini, kemarin adalah pengalaman sebuah batu loncatan walaupun kadang menyakitkan,…

Sementara Esok adalah harapan yang semoga lebih membahagikan..

Membahagiakan untukmu, tentunya nona…..

Kiranya...suasana teduh matamu, selain dari anatomi lahir batinmu yang aku kagumi...

tidak banyak suasana ribet yang kau hadirkan...

Kembali jangan kau pertanyakan, darimana aku tahu….

Tidak tahu apakah itu yang sebenarnya, atau anggap saja aku yang sok tahu...

Tetapi ada kegairahan kembali minimal dalam menulis penelusuran apa yang aku nikmati dari wajahmu, yang kadang dari jauh sekalipun aku menuliskannya...

Hanya sekedar menuliskan apa yang mungkin hambar bila tersampaikan..

Atau kesan mengada-ada bila langsung aku ungkapkan..

Akh...aku tak mau lagi terjebak dengan nyanyian-nyanyian tai kucing yang sekarang banyak dikumandangkan hanya sebuah penggapain kenikmatan sesaat...

Yang banyak menjadi makanan Kaumku, bangga dengan kelaki-lakianya, dan setelah puas terus meninggalkan, Dengan mengatasnamakan ketidak-cocokan...

Kaumku memang bangsat nona...

Tolong Dimaafkan...

Termasuk diriku yang hanya bisa mengintaimu dari kejauhan...

Sambil sesekali aku jadikan literatur untuk menuliskan prosa kegelisahan...

Tidak...

Masih tetap sama ketika aku menjadi pecandu senyummu, sambil melihat ketimpangan kehidupan yang selalu berlawanan klas-klas tertindas...

sungginganmu mampu menjadi amunisi baru yang mungkin nyata menuju titik klimaks sebuah perdamaian...

Ya...perdamaian ketika tidak ada lagi yang tertindas...

Aaaakkkkhhhhh.....!!!!!!!!

Dan...

Salam Kemanusiaan...

May 18, 2007

Labels:

Perselingkuhan Ambiguitas Kesempurnaan Karma Atas Nama Syariat Kesia-sian..

Katanya, sampai kapan kau akan bertahan menghindari kenyataan…

Sampai kesimpulan kejengahan mungkin yang kau lontarkan ketika mengatakan dulu tidak kenal, dan anggap saja sekarang juga tidak pernah kenal….

Begitu katamu…

Paradoks, ketika kau selau berucap tentang kepentingan ala silaturahmimu itu dibalik syariat tai kucing yang dulu aku anggap sebagai sebuah solusi..

Ternyata tidak jauh dari sebuah sistem selingkuh orientasi kekuasaan…

Tidakkah juga kau mempertanyakan tentang sesuatu yang kau peluk itu, dibawah ancaman kekafiran jika kau sedikit berpaling..

Atau juga janji tidak mendapat surga di atas

sana

, nanti…

Nanti…????

Kapan kau hidup..???
Sekarang,

kan

..??!!!

Lantas dengannya kau berambigu untuk tidak mau terlalu terlena dengan pesonanya….

Bohong….

Kau selalu menapaki sebuah harga-harga konsumerisme atas nama ibadah dan wujudiah tata cara sunah….

Akh…

Tidakkah lagi kau juga bertanya tentang sudah berapa lama agamamu itu kau peluk yang aku katakan tidak jauh dari ideology yang lainnya….

Sudah berapa lama…????

Puluhan tahun…???

Ratusan tahun…???

Ataukah ribuan tahun..???

Ataukah lebih..???

Dan apa yang ia berikan..???

Selain hanya cekokan atas nama rakhmat dan jaji surgawi…

Tidakkah kau juga melihat sebuah perselingkuhan di dalamnya atas nama ibadah yang bersembunyi di balik janji sabar sebuah proses poligami….

Seharusnya kau sendiri yang berbicara dan sedikit berkoar..

Jika kau sedikit punya nyali….

Bela kaummu itu…

Yang selalu dicekoki atas nama kesabaran …..

Maaf jika aku sedikit ikut campur dalam ranah institusi syariat sucimu…

Cuma aku berpesan tentang angin segar kemanusiaan…

Tanpa embel-embel syariat suci, atau ideologi system kesetaraan

Kemanusiaan untuk semua….

Salam…

May 01, 2007

Labels:

Wangi Deodoran Kapitalisme Membunuh bau busuk ketiak Sosialistik

Tidak ada yang aneh kalau kau sudah menyadari apa yang akan terjadi dalam ruang pemanasan ala sapi perahan itu…

Apa yang aneh..???

Apalagi kau juga tahu bahwa kebenaran itu bukan ada dalam awang-awang imaji tinggi…

Ia adalah praksis yang terjadi saat ini…

Dan kau bisa melihat apa yang terjadi saat ini..

Siapa yang berjaya…???

Dan mereka yang selalu berkoar untuk mengganti sebuah system yang ada, tidak jauh juga dari yang mereka kritik…

Akh….

Sudah cukup bosan mungkin kau merasakan apa yang terjadi..

Tapi kenyataan menghantam tak pernah bosan…

Dan apa yang akan kau lakukan..???

Selain pemaksaan tidak langsung atas dasar mereka memerintahmu atas nama stabilitas kemajuan bla…bla..bla…

Dan kau harus cengengesan dengan tikaman yang menghujam langsung ke ulu hati kemanusiaanmu….

Dan di sisi lain mereka yang melihatmu menghargaimu karena kau berada dalam lingkaran system yang menghisap yang tak pernah mereka perkirakan apalagi pikirkan…

Kenapa..???
Karena mereka sudah asyik dengan alienasi yang telah mereka ciptakan sendiri buah komando dasar penghidupan yang layak….

Begitu, bung…!!!!

Apa yang aneh..???!!!

Hanya karena sentiment bau ketiakmu itu…???

Yang denganya kau harus membeli deodorant dengan upah yang tak mampu kau belikan atas produksi yang kau hasilkan….

Ha…ha….ha…

Bukankah kau sudah menyadari bahwa kau masuk dalam kubangannya dan mau tak mau untuk sendiko dawuh…..

Akh……!!!!!

Apakah tidak ada nilai tawar….?????

Ha…ha…ha…

Memangnya siapa kau ini…????

Seorang bajingan yang bangga dengan kebajinganya…

Tak tahu diri…..!!!!!

Ok, ketika kau diberi kesempatan untuk menawar apa yang akan kau tawarkan..???
Begini….

Terserah apa sajalah kau menyebutku…

Tapi ketika aku menawarkan sebuah praksis kemanusiaan, apakah kau berkenan..????

Ha…ha…

Tak tahu diri….

Hei, Badjingan pakai deodorantmu dan terus kau nyengir kuda kalau kau mau hidup….

Aaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrgggggggggghhhhhhhhhhhhh…………!!!!!!!!!!!!!!!

April 29, 2007

Labels:

Persetubuhan Imajiner

Erangan yang kau keluarkan dari mulut mungilmu…

Serta rona merah wajahmu yang terbakar nafsu memuncak…

juga sayu matamu yang mengisyaratkanku untuk aku cepat-cepat membawamu dalam alam lain wujudiah surgawi keduniaan…

cukup membuatku mendesah untuk sampai sebentar lagi aku orgasme dalam ruang bawah sadar kenikmatan imajinasiku…

Juga harapan jepitan kuat vaginamu, serta keringat yang membasahi seluruh badanmu ditambah mengerasnya ranum payudaramu…

Kalau begitu, tak ingin aku lepaskan dekapanmu dalam nyanyian malam merambat dini hari bahkan sampai pagi nanti…

Akh…indah sepertinya jika malam-malamku dan malammu kita isi dengan suasana saling memberi dan saling menerima itu tadi…

Tapi sayang, aku sudah dulu bertemu dengan sesuatu yang aku lekatkan padanya label ketidak absolutan..

Termasuk keabsolutan kenikmatan, ataupun keabsolutan malam-malam bersamamu…

Apakah itu…????

Adalah aku menyebut ketidakabsolutan kenikmatan, ketika sisi nikmat itu sendiri lebih dominant daripada ketidak nikmatannya…

Pun begitu dengan yang lainnya tanpa kecuali..

Bahkan satu-satunya keabsolutan yang ada mungkin hanya ketidak absolutan itu sendiri…

Begitukah…????

Akh…Aku tak tahu…

Karena yang ingin aku cari saat ini adalah dirimu beserta kenikmatan yang sering kau janjikan ..

Dimanakah dirimu..???
Ketika aku mencari dalam rimbunan pantat seksi ataukah bongkahan payudara merah merekah, yang ada hanya kesemuan…

Yang juga aku dapatkan dalam perenungan onaniku…

Lantas apakah aku harus kembali lagi dalam persetubuhan imajinasiku..???

Sampai saat semua kembali normal, dan aku berada dalam jalur kemapanan seperti seliweran-seliweran iklan-iklan yang dijanjikan…

Aapakah seperti itu..???

Karena dalam dunia yang dijanjikan itu, tidak ada perbedaan antara relita ataupun mimpi…

Yang hanya ada hanyalah sebuah lagu instanisasi…

Sejauh mana kau dapat meng-efektifitaskan instanisasi itu sendiri…

Sejauh itu pula kau dapat meraih mimpi…

Dan kau akan berhenti dalam memilah dan memilih mana realita ataukah mimpi..???

Lantas bagaimanakah dengan realita kemanusiaan..???
Apakah kau akan bungkus rapi dalam laci mimpi…????!!!

Jawab, Badjingan…!!!!!!

April 23, 2007

Labels:

Romansa Phobia…


Lagi-lagi atas keresahan yang sama, tidak jauh sebuah masalah rasa…

Ketika cukup Memendam, sampai saat kau puas dengan hanya beronani….

Dari objek kecantikan atas syahwat yang memuncak dalam bayangan imaji seonggok tubuh yang mencolok lebih daripada proporsional…

Ya…Itu alasan untuk kau melakukanya, bukan…???

Tapi bukan sembarang objek yang kau imajikan, selain dari yang lebih menantang…

Atau kemungkinan kau yang sudah dalam posisi terpojok dan tertekan…

Terus denganya kau mensejajarkan antara batas nafsu dengan eksistensi dirimu yang selalu kesepian…

Lantas, dimanakah titik temunya….???

Apakah permasalahanya akan terhenti sampai sebatas menemukan titik temunya saja..

Ataukah terhenti Sampai saat kau merasa tak lagi kesepian..???
Ataukah juga sampai saat kau bosan dengan hanya beronani..???

Sampai kapan..???

Lantas…????!!!!

Jawab, Badjingan……????!!!!!

April 17, 2007

Labels:

Tema Paradoksal Atas Nama Asmara...


.......... ( Kiranya Perbincangan malam itu, sedikit membuka atau setidaknya memberikan tema lain atas nama cinta, Paradoks...!!!!
Ya...nanti selengkapnya akan aku tulis....
Kapan..???
Tak tahu...
Tolong, jangan kau pertanyakan aku dengan sesuatu yang berlabel kepastian....)

April 08, 2007

Labels: